Album: Optimis Sajalah
Judul lagu: Tasbih, Tahmid, Tahlil, Takbir (T4)
Jangan pernah kau ragu
Hadapi hari dengan penuh keyakinan
Karena masa depan penuh dengan rintangan
Halangan dan cobaan yang selalu menghadang
Tapi itu semua hanyalah ujian yang harus kita arungi
Untuk mendapatkan kemuliaan di hadapan Tuhan
Dengan tak lupa sebut nama-Nya
Reff:
Bertasbihlah lalu bertahmidlah
Lalu bertahlillah lalu bertakbir
Memahabesarkan asma-Nya
Subhanallah walhamdulillah walaa ilaaha illallah wallahu akbar
Bolehkah Merayakan Tahun Baru Masehi?
0 komentar Ditulis oleh Rohis SMAN 1 Padang 1 Januari 2013 pukul 00.09Assalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh.
Duh, udah tahun baru ajaa yaa..?? Wah, bukannya kita udah tahun baruan kemaren ini.. yang tanggal 1 Muharram 1434 ituu..?? Hahaa.. Itu Hijriyah yah.. Sekarang Masehi... Hahaha, kayaknya umat Islam zaman sekarang udah canggih, tahun barunya ada dua... XD Hahaa, gengsi dong sama Kristen yang pada modern kalo gak tahun baruan, ntar dibilang kolot lagi... Jiah..
Baiklah, daripada banyak ngebacot gak guna gini, mending ana bacotin antum semua sama hal-hal yang guna, setidaknya pelajaran buat selanjutnya...
Asal antum semua tau.. Tahun Baru Masehi nggak termasuk hari raya umat Islam, karena secara syari'at, hari raya Islam itu cuma 3; 'Idul Fitri 1 Syawal, 'Idul Adha 10 Dzulhijjah, dan hari Jum'at. Terus, Maulid Nabi Saw. sama Isra` Mi'raj diapain..? Yah, yang berdua itu bisa dibilang sebagai suatu sarana pemersatu umat Islam (karena mereka pada hari itu dikumpulkan di masjid) dan juga untuk mengingatkan umat Islam akan perjuangan Rasulullah Saw. dalam memperjuangkan tegaknya agama yang lurus ini (Islam) di muka bumi agar terpancang dengan kokoh. Nah, berarti kalau Tahun Baru Masehi..?? Wah, katanya kafir tuh.. bener gak yah..?? Mending kita cek hadits berikut.. Cekidot!
Suatu ketika seorang lelaki datang kepada Rasulullah Saw. untuk meminta fatwa karena ia telah bernadzar memotong hewan
di Buwanah (nama sebuah tempat), maka Nabi Saw.
menanyakan kepadanya: “Apakah disana ada berhala sesembahan orang
Jahiliyah?” Dia menjawab, “Tidak”. Beliau bertanya, “Apakah di sana
tempat dirayakannya hari raya mereka?” Dia menjawab, “Tidak”. Maka Nabi
Saw. bersabda, “Tunaikan nadzarmu, karena
sesungguhnya tidak boleh melaksanakan nadzar dalam maksiat terhadap
Allah dan dalam hal yang tidak dimiliki oleh anak Adam”. (H.R.
Abu Daud dengan sanad yang sesuai dengan syarat Bukhari dan Muslim)
Hadits ini menunjukkan terlarangnya menyembelih untuk Allah di tempat
yang bertepatan dengan tempat yang digunakan untuk menyembelih kepada
selain Allah, atau di tempat orang-orang kafir merayakan pesta atau hari
raya. Sebab itu berarti mengikuti mereka dan menolong mereka di dalam
mengagungkan syi'ar-syi'ar kekufuran. Perbuatan ini juga menyerupai
perbuatan mereka dan menjadi sarana yang mengantarkan kepada syirik.
Apalagi ikut merayakan hari raya mereka, maka di dalamnya terdapat wala’
(loyalitas) dan dukungan dalam menghidupkan syi'ar-syi'ar kekufuran.
Akibat paling berbahaya yang timbul karena berwala’ terhadap orang kafir
adalah tumbuhnya rasa cinta dan ikatan batin kepada orang-orang kafir
sehingga dapat menghapuskan keimanan.
Baiklah, sekian tulisan kali ini, semoga bermanfaat bagi kita semua. :D
Semoga kita mendapatkan pelajaran bahwa merayakan Tahun Baru Masehi adalah perbuatan yang tidak diridhai oleh Allah Swt.
Diolah dari: http://aliharozim.abatasa.com
Wassalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh.
Kategori Tulisan
Mubes Rohis Smansa Padang (10 Agustus 2012)
0 komentar Ditulis oleh Rohis SMAN 1 Padang 29 Desember 2012 pukul 12.21Kategori Berita
Beberapa Kesalahan yang Biasa Dilakukan Saat Ibadah Jum'at
0 komentar Ditulis oleh Rohis SMAN 1 Padang 28 Desember 2012 pukul 15.01Wahwah, gak kerasa ya, udah hari Jum'at aja nih. Waktu yang cepat sekali berputar.. Para ikhwan, gimana kabarnyaa..?? Tadi pada pergi shalat Jum'at ke masjid semua kaan :D ..?? (Ya iyaa lah, kalo di rumah mah bukan shalat Jum'at lagi namanya XD) Baiklah, sekarang ana mau berbagi ilmu nih. Ana juga dapatnya dari selebaran pas Jum'atan tadi.. Ya, nggak ada salahnya kan ana share beberapa di sini.. Buat ngingetin antum juga, mungkin selama ini ada kesalahan-kesalahan (yg jadi kebiasaan) waktu lagi Jum'atan, moga-moga kita semua dpt introspeksi diri buat Jum'atan berikutnya.. dibaca baik-baik yaa,:
2. Berleha-leha untuk datang ke masjid, bahkan tidak masuk kecuali setelah khatib naik mimbar. Masih banyak mungkin di antara kita-kita yang kek gini... Datang ke masjid belakangan, nah keluar dari masjid kayak dikejar-kejar sesuatu (dikejar apaan sih emang?? XD). Padahal Nabi Saw. bersabda dalam hadits riwayat Muslim melalui lisan Abu Hurairah, bahwa apabila hari Jum'at, maka di pintu-pintu masjid terdapat para malaikat yang mencatat orang-orang yang masuk secara berurutan (kayak ngabsen aja..), kemudian apabila khatib telah naik mimbar, maka para malaikat tadi langsung menutup buku catatannya dan ikut mendengarkan nasihat (khutbah)... (trus kalau kita telat, berarti kita dianggap alfa dong ya..??) Kasian, udah capek-capek datang, malah gak dianggap ada sama malaikat... :(
3. Tidak shalat sunnat tahiyyatul masjid, langsung duduk saat masuk masjid. Emang sih yaa, shalat tahiyyat itu hukumnya sunnat, tapi di mana letak kerendahan diri kita di hadapan Allah Swt..?? Masa' bertamu ke rumah-Nya kita nggak menghormati Dia..?? Sama aja dong masuk ke rumah orang tapi gak hormatin tuan rumah! Bahkan banyak juga kita-kita (mungkin) yang nyari tempat bersandar, alias shaf tembok, shaf tiang.. atau apaalah gitu.. XD padahal 3 shaf dari depan aja mungkin masih bolong-bolong tuh.... Astaghfirullah.. Padahal (skali lagi) dengerin khutbah itu bagian dari shalat Jum'at, jadi sama aja dong adab nya sama shalat jama'ah.. ngerapatin shaf.. Mau shalat jama'ah, apapun namanya, kerapatan shaf itu tetap kunci kesempurnaan shalat! Ini nih, isi sabda Rasulullah Saw. dalam hadits riwayat Muttafaq 'alaih, bahwa seandainya orang-orang mengetahui keutamaan dan berkah dalam adzan dan shaf pertama, kmudian mereka tidak menemukan jalan kecuali harus dengan undian, niscaya mereka pasti akan melakukan undian. Subhanallah, dari sana aja, kita udah diberi isyarat saking besarnya keutamaan di shaf pertama itu..!
4. Mengisi waktu di masjid dengan perbuatan yang sia-sia, terutama saat khatib berkhutbah. Kita-kita udah banyak denger kan dari para ustadz/guru kita, kalau waktu khutbah kita menegur teman sebelah buat diam, nah ibadah Jum'at kita udah sia-sia dong.. Tadi di beberapa poin udah jelas kan, denger khutbah itu bagian shalat Jum'at, jadi mau beramal kebaikan pun saat denger khutbah, kalau nggak ada tuntunannya dalam ibadah Jum'at.. yaa sia-sia lah. Maaf aja ya, bahkan ngedarin kotak amal pun sebenernya bisa ngerusak Jum'atan kita juga, dan termasuk sia-sia.
5. Tidak merapatkan shaf waktu shalat Jum'at. Buat bahasan poin ke-5 ini udah masuk dalam poin yang ke-3.
Maaf kalau ada kesalahan dalam penyampaian ini, komen-komen antum sangat diharapkan sebagai koreksi di masa yang akan datang. Syukran katsiran :D
Sumber: Buletin Dar el-Iman Edisi 01, Jum'at 28 Desember 2012, "Catatan Untuk Para Jama'ah Jum'at" (Musthafa Aini, Lc.)
*Akhwat boleh baca, dengan catatan buat di-kasihtau ke ikhwan yang lain.
Semoga bermanfaat :D
Wassalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh.
Kategori Tulisan
Cara-Cara Memperkuat Ukhuwah Islamiyah
0 komentar Ditulis oleh Rohis SMAN 1 Padang 27 Desember 2012 pukul 11.35Ukhuwah Islamiyah (persaudaraan Islam) adalah ajaran praktis yang bisa kita
lakukan dalam keseharian. Karena itu, nikmatnya ukhuwah tidak akan bisa kita rasakan, kecuali dengan mempraktikkannya. Jika delapan cara di bawah ini dilakukan, Anda akan merasakan
ikatan ukhuwah Anda dengan saudara-saudara seiman Anda semakin kokoh.
Kategori Artikel
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Ahlan wa sahlan, ya akhi wa ukhti! Gimana kabarnya?? Mudah-mudahan selalu sehat wal 'afiat dalam lindungan Allah Subhanahu wa Ta'ala.. Aamiin Ya Rabbal 'Aalamiin.... :)
'Afwan jiddan yah, setelah sekian lama, kira-kira 2 tahun 3 bulan (bener nggak ya??) nggak ada update maupun aktivitas lainnya di blog ini.... dengan kata lain, dakwah kami di dunia maya seolah terhenti, namun bukan berarti aktivitas dakwah itu terhenti juga di dunia nyata (khususnya di lingkungan sekolah). Kami pengurus Rohis Smansa Padang selaku penanggung jawab di blog ini mohon maaf kepada antum semua karena baru bisa mengaktifkan kembali blog ini setelah lama sekali vakum.. Hal ini terjadi karena aktivitas masing-masing anggota pengurus yang padat dalam 2 tahun belakangan ini.., baik karena kegiatan sekolah maupun luar sekolah, sampai-sampai nggak sempat nge-update ini blog...
Akhirnya, semoga untuk waktu-waktu ke depannya, kami melalui blog ini dapat terus menyiarkan Islam, baik di lingkungan sekolah khususnya, maupun di lingkungan akhi wa ukhti semua, demi meraih ridha Allah Subhanahu wa Ta'ala... Aamiin. Insya Allah, blog ini akan terus di-update dengan ilmu-ilmu yang bermanfaat bagi kita semua, mohon dukungannya yaa... :D
Syukran katsiran.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Kategori Berita
