Tampilkan postingan dengan label Tulisan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tulisan. Tampilkan semua postingan

1 Syawal 1434 Hijriyah

Assalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, walillahil hamd.

Tidak terasa, Ramadhan pada tahun ini telah berlalu. Pada hari ini, kita telah memasuki 1 Syawal 1434 Hijriyah. Berbagai macam rasa yang kita rasakan selama mengarungi lorong waktu 1434 Hijriyah ini. Tidak hanya rasa, pun beruntai kata berangkai perbuatan tersimpul. Mungkin tidak sedikit dari semua itu yang melintaskan buruk sangka di dalam jiwa, hingga menyimpulkan keluh kesah dan kecewa di dalam raga. Namun, ibarat tulisan pensil yang meskipun ujungnya tajam, tak ada yang tak bisa dihapus, selama hati ini dijernihkan dan dilembutkan layaknya penghapus. Subhanallah.

Semoga pada hari yang Fitri ini, kita semua mendapat ampunan dari-Nya, atas semua yang membuat Dia tidak meridhai derap langkah kita. Namun bukan hanya Dia yang kita harapkan ampunan, melainkan kita sesama manusia, semoga dapat terjalin semakin erat silaturrahim dan terajut kuat ukhuwah di antara kita sesama manusia. Semua itu mustahil terwujud, kecuali telah terbuka pintu maaf di hati kita masing-masing. Meskipun senyum tidak bersambut, dan tangan tidak saling berjabat, mudah-mudahan maaf ini diridhai-Nya, dan kita saling meridhai kasih sayang di antara kita.

Hari ini, hari Lebaran. Lebaran, berasal dari kata "lebar". Apa yang kita lebarkan? Tak lain dan tak bukan, rasa kasih sayang itulah yang saling kita lebarkan di hati kita masing-masing.

Bulan ini, bulan Syawal. Syawal dalam bahasa Arab berarti "peningkatan". Apa yang kita tingkatkan? Tak ayal, ibadah dan keimanan kitalah yang harus ditingkatkan. Semoga tercapa hendaknya derajat "muttaqin", orang-orang bertaqwa bagi diri kita masing-masing, semoga tak hilang hendaknya, bahkan semakin rutin ibadah dan ketaatan yang kita persembahkan untuk-Nya, insya Allah. Hendaknya terus meningkat, hingga kita bertemu lagi dengan bulan Ramadhan di tahun berikutnya. Semoga. Aamiin, Ya Rabbal 'Alamin.

Kami segenap Keluarga ROHIS SMAN 1 Padang, menyampaikan ucapan Mohon Maaf Lahir dan Bathin. Kesempurnaan datang dari Allah Swt., dan kekhilafan tidak lain adalah dari kami selaku hamba-hamba Nya yang dhaif.

Taqabbalallahu minna wa minkum, taqabbal Ya Karim. Semoga Dia jadikan kita orang-orang yang mendapat kemenangan, dan hendaknya kita menjadi orang-orang yang bersyukur dan memohon ampunan-Nya.

Wassalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh.

Mubes X Rohis Smansa Padang (Jum'at, 19 Juli 2013)

Assalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh.


Alhamdulillahi Rabbil 'Alamin. Waktu terus berganti, roda terus berputar. Layaknya Allah bersumpah dengan kalam-Nya, "Demi waktu" (Surah al-'Ashr ayat 1). Ayat ini ditafsirkan oleh para ahli tafsir dengan berbagai pendapat, di antaranya ada yang menafsirkan bahwa "waktu" yang dimaksud diibaratkan layaknya waktu ashar, dengan rentang yang sangat singkat, sehingga wajar jika bisa membuat manusia lengah dan terlena, dan tidak salah Allah menjelaskan pada ayat 2 "sesungguhnya kebanyakan manusia itu merugi", karena sangat singkatnya waktu yang disediakan Allah di dunia ini, layaknya rentang pada waktu ashar. Na'udzubillah, mudah-mudahan kita tidak termasuk kepada golongan yang merugi tersebut. Aamiin.

Eh, kok admin muter-muter gini yah pembahasannya?? Setelah sekian lama gak update (maaf), tiba-tiba ngasih ceramah kek gini..?? hehe..., maklum sobat, cuma mukadimah doang.. hahaha :D

Nah, akhirnya, sampai kepada pembahasan. Jeng jeeenngg...!!
Sekadar informasi, pada hari Jum'at, 19 Juli 2013, Rohis Smansa Padang mengadakan Musyawarah Besar (Mubes) X, yang dimulai pada 10.20 WIB, dan alhamdulillah berakhir pada 16.49 WIB. Adapun tujuan dari Mubes X ini (wah, udah bertambah umur aja yaa, udah 9 tahuuunnn :D), yaitu untuk meneruskan amanah dakwah di lingkungan SMAN 1 Padang, dari Rohis Smansa 2012/2013, kepada Rohis Smansa 2013/2014. Mubes kali ini telah dihadiri oleh 5 orang alumni ikhwan (Vino Tri Mulia, Muaz Almunziri, Ligasyah Arnanda, dan Shaki Saptiadi), 1 orang alumni akhwat (Tri Putri Yuliana), 10 orang anggota kelas XII, lebih dari 30 orang anggota kelas XI, dan 3 orang anggota kelas X.

Alhamdulillah (lagi :D), pada Mubes kali ini, telah terpilih perangkat Dewan Pengurus Harian Rohis Smansa Padang 2013/2014, dengan rincian 3 orang pengurus inti, 2 orang pemimpin fraksi anggota Rohis (ikhwan dan akhwat), 1 orang pemimpin Penyelenggara Hari Besar Islam (PHBI), dan 3 orang kepala departemen fungsionaris Rohis.

Struktur Kepemimpinan Rohis Smansa Padang 2013/2014
Ketua Umum       : Rahmat Doni
Sekretaris Umum : Wafa Elkhairat
Bendahara Umum: Miftahul Jannah

Ketua Bina Remaja Islam : Anugrah Badrani
Ketua Forum Annisa`       : Lathifah Hanum
Ketua PHBI                      : Muhammad Kevin Hibatullah

sedangkan untuk departemen-departemen
Departemen Kaderisasi  : Muhammad Ridho Bilhaq
Departemen Syi'ar         : Yelsha Ramadhila
Departemen Seni-OR    : Arief Nanda Putera

Selamat mengemban amanah kepada seluruh ikhwah fillah anggota Rohis Smansa Padang 2013/2014, semoga senantiasa istiqamah di jalan-Nya, dan selalu sukses. Mudah-mudahan Rohis Smansa Padang semakin jaya ke depannya. Tetaplah tawadhu', dan mari kita pererat ukhuwah dan silaturrahim sesama pelajar muslim Smansa Padang. Semoga kita senantiasa di bawah ridha dan bimbingan Allah Swt.. Aamiin :D.

ROHIS SMA NEGERI 1 PADANG, Merajut Ukhuwah dalam Amanah Dakwah! ALLAHU AKBAR!

Demikian info yang dapat admin sampaikan pada kesempatan ini. Maaf sangat kalau bacotannya lebay (ha?? masa' iya? hehehe...), apalagi jika ada kesalahan dan kekurangan dalam penyampaian. Maklum, kalau kebenaran itu datangnya dari Allah. Kepada sobat semuanya, ane mohon maaf, kepada Allah hamba mohon ampun.

Wassalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh.

I T I (Istiqamah, Tawadhu', dan Ikhlas)


Assalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh.


Bismillahirrahmanirrahim.

Pertama, marilah kita bersyukur kepada Allah Swt. atas semua nikmat yang diberikan-Nya kepada kita. Nikmat dalam bentuk apapun yang kita sendiri tidak akan sanggup menghitungnya, tapi semua itu dapat kita rasakan. Kalau seandainya Allah menghentikan distribusi nikmat-Nya kepada makhluk-Nya, tentu saja akan terjadi penderitaan luar biasa padanya. Untuk itu, mari kita senantiasa memperbanyak kualitas dan kuantitas syukur kita setiap harinya.

Kemudian, shalawat serta salam semoga tercurah kepada junjungan kita, teladan kita, idola kita, Nabi Muhammad Saw. Seorang tokoh besar yang senantiasa mendedikasikan seluruh hidupnya untuk menegakkan dan menyebarkan agama yang lurus di sisi Allah, yaitu agama Islam. Pada diri beliau terdapat suri teladan yang sangat baik, yang bahkan tidak akan kita temui orang lain sesempurna itu kecuali hanya beliau. Mari kita teladani akhlak baik beliau agar kita menjadi pribadi muslim yang hebat.

Ikhwatifillah rahimakumullah,
Catatan yang saya tulis kali ini pada dasarnya bukanlah sepenuhnya pemikiran saya. Ini adalah rangkuman dari ide-ide yang saya peroleh dari orang-orang hebat, dari buku, atau dari media ilmu lainnya. Yang saya lakukan hanyalah merangkum, menulis, memberikan gaya bahasa, dan membagikannya. Semoga bermanfaat :)

Sebagai manusia, adalah fitrah bagi kita untuk memiliki mimpi, keinginan, target, ambisi, dan lain sebagainya. Tentu saja kita ingin agar apa yang kita cita-citakan itu tercapai dengan hasil yang maksimal. Masalahnya, hidup itu nggak semulus jatuhnya kelapa dari pohonnya (yang kecepatan maksimumnya dirumuskan secara ideal sebagai akar dari dua kali percepatan gravitasi dikali dengan tingginya #abaikan). Hidup itu penuh tantangan, penuh lika-liku, penuh tanjakan, penuh masalah, pokoknya penuh dengan sesuatu yang menghambat kita dalam usaha pencapaian cita-cita itu. Sebagian besar orang tidak sanggup melewati tantangan-tantangan ini. Mereka terjatuh ketika berlari, lalu tidak bisa atau tidak mau berdiri lagi. Mereka berhenti dan menatap ke belakang padahal di depannya telah terlihat garis finish. Bahkan mereka memilih untuk mengundurkan diri dari pertandingan tanpa tahu bagaimana sebenarnya pertandingan yang mereka ikuti. Tapi ada beberapa orang yang tidak mau mengerti apa itu menyerah. Terjatuh berkali-kali pun, terluka, cedera, tapi mereka tetap bangkit. Mereka tidak begitu peduli seberapa keras hambatan yang datang. Yang mereka inginkan adalah mencapai garis finish bagaimanapun caranya.

Ikhwatifillah yang keren-keren,
Uraian di atas adalah ilustrasi tentang keadaan manusia dalam mencapai keinginannya. Sebagai muslim (yang pastinya keren), kita harus memiliki cita-cita, agar hidup kita ini dinamis, tidak mono. Untuk mencapai cita-cita itu, diperlukan berbagai kiat. Kali ini akan disajikan satu set kiat yang disebut ITI (Istiqamah, Tawadhu', Ikhlas). Saya akan mencoba menguraikannya satu per satu.

Istiqamah artinya menetapi, konsisten, bersungguh-sungguh. Jika kita memiliki cita-cita dan kita ingin agar tercapai, maka hal pertama yang harus dilakukan adalah konsisten terhadapnya. Jangan hanya konsisten secara setengah-setengah, tapi harus konsisten secara totalitas, menyeluruh, integral. Sungguh-sungguh dalam mencapainya, dan kesungguhan itu ada secara terus menerus. Tidak perlu melakukan banyak usaha tapi hanya sekali. Lakukan usaha semaksimal mungkin secara terus menerus. Selain konsisten berusaha, kita juga harus konsisten dalam berdoa. Ingat, hasil itu ditentukan oleh Allah. Tidak etis jika kita hanya konsisten berusaha tapi tidak konsisten dalam memohon kepada Yang Maha Menentukan Hasil.

Tawadhu' artinya rendah hati. Seberapa besar pun usaha yang kita lakukan, seberapa jauh pun perkembangan yang kita peroleh, kita harus tetap rendah hati. Boleh bangga dengan kemajuan dan ikut berbagi kebahagiaan bersama orang lain, tapi jangan berlebihan, apalagi sampai melecehkan orang lain. Jangan sampai terjerumus ke dalam kesombongan, apalagi sombong kepada Allah. Karena memperoleh kemajuan yang pesat, lalu kita lupa siapa yang sebenarnya melimpahkan hasil itu. Kita hentikan berdo'a dan ibadah, kita hancurkan keistiqamahan dalam tawakal. Maka jangan heran kalau seandainya Allah mencabut kembali nikmat itu. Mudah sekali bagi Allah melakukannya, toh itu semua memang milik Allah kan?

Yang terakhir adalah Ikhlas. Ikhlas artinya tulus hati. Kita berusaha diiringi doa secara ikhlas karena ingin mengharapkan ridho Allah. Ikhlas berkaitan dengan Qana‘ah. Jika seandainya seorang hamba diuji dengan kegagalan dan hambatan dalam usahanya, apabila ia memiliki sifat ikhlas, tentu saja ia juga akan qana'ah dan bersyukur atas hasil yang diberikan Allah. Ia tidak akan melupakan istiqamah dan tawadhu', sebaliknya justru akan semakin menguatkan sifatnya tersebut. Orang-orang ini secara psikologis akan tampak tenang, tidak mudah panik, dan tidak takut secara berlebihan menghadapi kegagalan.

Ikhwatifillah yang oke-oke,
ITI digunakan tidak hanya dalam proses pencapaian target. Ketika target telah tercapai, ITI harus tetap digunakan. Ingat, hidup ini seperti roller coaster. Kadang kita berada di bawah, kadang kita berada di atas, kadang kita harus dibalikkan, kadang kita berteriak, kadang kita histeris, kadang kita panik, kadang kita gembira. Insya Allah, jika kita selalu melaksanakan ITI, maka kita tidak akan terjatuh dari roller coaster itu.

Sekian catatan kali ini, semoga ada manfaat yang dapat kita ambil. Mohon maaf apabila terdapat konten yang kurang berkenan dalam catatan ini. Sekali lagi, saya mengucapkan terima kasih kepada orang-orang hebat yang ada di sekitar saya yang memberikan ide dan menginspirasi saya untuk menulis ini. Semoga Allah membalas kebaikan Anda semua, Aamiin.

Assalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh.

(diedit seperlunya, tanpa mengurangi makna ilmunya.)

#Penulis bernama Vino Tri Mulia. Beliau adalah Ketua Rohis Smansa Padang ke-7 (2010-2011), dan Alumni Rohis Smansa tahun 2012. Saat ini sedang menempuh pendidikan di Fakultas MIPA Institut Teknologi Bandung.

Bolehkah Merayakan Tahun Baru Masehi?

Assalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh.

Duh, udah tahun baru ajaa yaa..?? Wah, bukannya kita udah tahun baruan kemaren ini.. yang tanggal 1 Muharram 1434 ituu..?? Hahaa.. Itu Hijriyah yah.. Sekarang Masehi... Hahaha, kayaknya umat Islam zaman sekarang udah canggih, tahun barunya ada dua... XD Hahaa, gengsi dong sama Kristen yang pada modern kalo gak tahun baruan, ntar dibilang kolot lagi... Jiah..
Baiklah, daripada banyak ngebacot gak guna gini, mending ana bacotin antum semua sama hal-hal yang guna, setidaknya pelajaran buat selanjutnya...

Asal antum semua tau.. Tahun Baru Masehi nggak termasuk hari raya umat Islam, karena secara syari'at, hari raya Islam itu cuma 3; 'Idul Fitri 1 Syawal, 'Idul Adha 10 Dzulhijjah, dan hari Jum'at. Terus, Maulid Nabi Saw. sama Isra` Mi'raj diapain..? Yah, yang berdua itu bisa dibilang sebagai suatu sarana pemersatu umat Islam (karena mereka pada hari itu dikumpulkan di masjid) dan juga untuk mengingatkan umat Islam akan perjuangan Rasulullah Saw. dalam memperjuangkan tegaknya agama yang lurus ini (Islam) di muka bumi agar terpancang dengan kokoh. Nah, berarti kalau Tahun Baru Masehi..?? Wah, katanya kafir tuh.. bener gak yah..?? Mending kita cek hadits berikut.. Cekidot!

Suatu ketika seorang lelaki datang kepada Rasulullah Saw. untuk meminta fatwa karena ia telah bernadzar memotong hewan di Buwanah (nama sebuah tempat), maka Nabi Saw. menanyakan kepadanya: “Apakah disana ada berhala sesembahan orang Jahiliyah?” Dia menjawab, “Tidak”. Beliau bertanya, “Apakah di sana tempat dirayakannya hari raya mereka?” Dia menjawab, “Tidak”. Maka Nabi Saw. bersabda, “Tunaikan nadzarmu, karena sesungguhnya tidak boleh melaksanakan nadzar dalam maksiat terhadap Allah dan dalam hal yang tidak dimiliki oleh anak Adam. (H.R. Abu Daud dengan sanad yang sesuai dengan syarat Bukhari dan Muslim)

Hadits ini menunjukkan terlarangnya menyembelih untuk Allah di tempat yang bertepatan dengan tempat yang digunakan untuk menyembelih kepada selain Allah, atau di tempat orang-orang kafir merayakan pesta atau hari raya. Sebab itu berarti mengikuti mereka dan menolong mereka di dalam mengagungkan syi'ar-syi'ar kekufuran. Perbuatan ini juga menyerupai perbuatan mereka dan menjadi sarana yang mengantarkan kepada syirik. Apalagi ikut merayakan hari raya mereka, maka di dalamnya terdapat wala’ (loyalitas) dan dukungan dalam menghidupkan syi'ar-syi'ar kekufuran. Akibat paling berbahaya yang timbul karena berwala’ terhadap orang kafir adalah tumbuhnya rasa cinta dan ikatan batin kepada orang-orang kafir sehingga dapat menghapuskan keimanan.
Baiklah, sekian tulisan kali ini, semoga bermanfaat bagi kita semua. :D
Semoga kita mendapatkan pelajaran bahwa merayakan Tahun Baru Masehi adalah perbuatan yang tidak diridhai oleh Allah Swt.

Diolah dari: http://aliharozim.abatasa.com





Wassalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh.

Kisah George dan Idul Adha

Mohon dibaca dan direnungi berdasarkan realita kita dengan seksama…
George (50 th) tinggal bersama istri, dan dua orang anaknya (Tony & Julia) di Washington. Menjelang datangnya bulan Dzul Hijjah, George dan istri serta anak-anaknya mengikuti berita-berita seputar penentuan tanggal 1 Dzul Hijjah. George aktif menyimak berita di radio. Istrinya menyimak lewat televisi. Sedangkan Tony rajin searching di internet.

Ketika pengumuman tanggal 1 Dzul Hijjah diumumkan, George sekeluarga bersiap-siap untuk menyambut Iedul Adha yang bertepatan dengan tanggal 10 Dzul Hijjah, setelah acara wukuf di Arafah tanggal 9-nya.
Keesokannya, mereka sekeluarga pergi ke desa untuk membeli domba sesuai kriteria syari untuk dijadikan hewan kurban (udhiyyah), yaitu: tidak boleh buta sebelah, pincang, atau terlalu kurus. Mereka berniat menyembelihnya begitu hari raya tiba.

Domba pun mereka bawa dengan pick-up sambil terus mengembik di perjalanan…
Adapun Julia yang baru berusia 5 tahun, asyik berceloteh dan mengatakan, “Ayah… alangkah indahnya hari raya Iedul Adha! Aku akan pakai gaun baru, dapat THR, dan bisa membeli boneka baru… aku akan pergi bersama teman-temanku ke TOY CITY untuk bermain sepuasnya di sana… Duh, alangkah indahnya saat-saat hari raya”, katanya. “Andai aja semua hari adalah hari raya” lanjutnya.

Begitu mobil tiba di rumah, istri George berbisik, “Wahai suamiku tercinta… Kamu tahu khan, bahwa disunnahkan membagi daging korban menjadi tiga: sepertiga kita makan sendiri untuk beberapa hari ke depan, sepertiga kita sedekahkan ke fakir miskin, dan sepertiga lagi kita hadiahkan ke tetangga kita David, Elizabeth, dan Monica”.

Begitu Iedul Adha tiba, George dan istrinya bingung di manakah arah kiblat, karena mereka hendak menghadapkan domba kurban ke kiblat. Setelah menebak-nebak, mereka memutuskan menghadapkan kurban ke arah Saudi Arabia, dan ini sudah cukup. Setelah mengasah pisau, George menghadapkan dombanya ke kiblat lalu menyembelihnya. Ia kemudian menguliti dan memotong-motong dagingnya. Adapun istrinya membaginya menjadi tiga bagian sesuai sunnah. Namun tiba-tiba George berteriak mengatakan, “Waduh, kita terlambat ke gereja… sebab ini hari Minggu dan kita akan terlambat menghadiri misa!”. George konon tidak pernah ketinggalan misa di Gereja setiap hari Minggu. Ia bahkan rajin membawa istri dan anak-anaknya ke gereja.

Sampai di sini, pengisah mengakhiri kisahnya tentang George.

Salah satu yg hadir bertanya: “Waduh, kamu membingungkan kami dengan kisah ini !!! George ini seorang muslim ataukah Kristen??”. Pengisah menjawab: “George dan keluarganya adalah penganut Kristen. Mereka tidak meyakini kemahaesaan Allah, namun menganggapnya salah satu dari Tuhan yang  tiga (trinitas). Mereka juga tidak percaya bahwa Muhammad adalah penutup para nabi dan rasul” jelasnya.

Majelis pun geger mendengar penjelasan tersebut. lalu salah satu yang di majelis berseru, “Hai Ahmad, kamu jangan membohongi kami. Siapa yang percaya kalau George dan keluarganya melakukan itu semua? Mana mungkin seorang Nasrani menerapkan syiar-syiar Islam… mana mungkin mereka membuang-buang waktu untuk menyimak radio, televisi, dan internet sekedar untuk mengetahui kapan hari raya Iedul Adha tiba?? Mana mungkin mereka rela merogoh koceknya untuk membeli hewan kurban, lalu menyembelih dan membagi-baginya… dst!!!” kata si penanya. Ahmad pun menjawab dengan senyum dan sedikit heran, “Wahai saudara-saudaraku tercinta, tentu kalian tidak mempercayai ceritaku. Kalian tidak akan membenarkan jika ada sebuah keluarga Kristen yang melakukan hal tersebut. Akan tetapi, kita yang berada di negeri-negeri muslim: Abdullah, Muhammad, Khalid, Khadijah, Fatimah, dan nama-nama muslim lainnya dengan santai turut merayakan hari raya kaum Nasrani dan Yahudi. Kita turut merayakan tahun baru Masehi (Masehi nisbat kepada Isa Al Masih/Yesus), mengucapkan selamat Natal, merayakan Valentine’s Day, April Mop, Paskah, ulang tahun, hari raya ini… dan itu…?”.

“Mestinya, kita tidak perlu mengingkari bila George melakukan hal itu. Namun kita harus mengingkari diri dan keluarga kita sendiri”. kemudian dengan nada serius Ahmad melanjutkan, “Aku pernah tinggal di Amerika lebih dari 10 tahun, namun demi Allah, aku tak pernah sekalipun melihat seorang Kristen maupun Yahudi yang merayakan salah satu hari raya kita kaum muslimin. Aku juga tidak pernah mendapati seseorang dari mereka menanyakan tentang acara atau pesta yang kita rayakan. Sampai-sampai ketika aku berhari-raya di apartemenku, tidak ada seorang pun yang memenuhi undanganku setelah mereka tahu bahwa yang ku rayakan adalah hari raya Islam. Aku menyaksikan itu semua selama aku tinggal di Barat, namun sekembaliku ke negeri muslim, ternyata kita merayakan hari raya merekafalaa haulaa walaa quwwata illa billaahil azhiim.
***

Mengucapkan Selamat Natal dan Selamat Hari Raya kepada orang kafir hukumnya haram berdasarkan ijma’ ulama. Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan, “Mengucapkan selamat atas hari raya yang menjadi ciri khas orang kafir hukumnya haram berdasarkan kesepakatan ulama. Seperti mengucapkan selamat atas hari raya mereka, atau puasa mereka dengan mengatakan, “Selamat Natal dan Tahun Baru Masehi… (Selamat Paskah, Selamat Waisak, Selamat Nyepi, dsb.”). Kalau pun yang mengatakan tidak sampai jatuh kepada kekafiran, tetap saja itu merupakan perbuatan haram yang setara dengan mengucapkan selamat kepada seseorang karena sujud kepada salib; bahkan ucapan selamat tadi lebih besar dosanya di sisi Allah dan lebih dimurkaiNya, daripada mengucapkan selamat kepada orang yang minum khamar atau membunuh orang lain, atau berzina, dan semisalnya. Namun banyak kalangan yang tidak menghargai agamanya, terjerumus dalam perbuatan yang sangat ‘menjijikkan’ tersebut tanpa disadari… Sebab barangsiapa mengucapkan selamat kepada seseorang yang berbuat maksiat, bid’ah, atau kekafiran; berarti menjerumuskan dirinya kepada murka dan amarah Allah” (Disadur dari kitab: Ahkaam Ahlidz Dzimmah).

Sumber: http://muslim.or.id
*Mudah-mudahan dapat menjadi pelajaran bagi kita semuanya. Aamiin, Yaa Rabbal 'Aalamiin.

Beberapa Kesalahan yang Biasa Dilakukan Saat Ibadah Jum'at

Assalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh.
Wahwah, gak kerasa ya, udah hari Jum'at aja nih. Waktu yang cepat sekali berputar.. Para ikhwan, gimana kabarnyaa..?? Tadi pada pergi shalat Jum'at ke masjid semua kaan :D ..?? (Ya iyaa lah, kalo di rumah mah bukan shalat Jum'at lagi namanya XD) Baiklah, sekarang ana mau berbagi ilmu nih. Ana juga dapatnya dari selebaran pas Jum'atan tadi.. Ya, nggak ada salahnya kan ana share beberapa di sini.. Buat ngingetin antum juga, mungkin selama ini ada kesalahan-kesalahan (yg jadi kebiasaan) waktu lagi Jum'atan, moga-moga kita semua dpt introspeksi diri buat Jum'atan berikutnya.. dibaca baik-baik yaa,:

1. Tidak ikhlas dalam shalat Jum'at. Mungkin banyak di antara kita yang asal-asalan ikut Jum'atan, gak sungguh-sungguh buat ngejalanin adab-adabnya.. banyak kan kita lihat ikhwan kita yang masih ngomong waktu dengerin khutbah, mainin HP, OL-an (bahkan di sekolah ana sering ada tuh.. -_-), dan lain-lain yg gak guna lah.. padahal berdzikir atau ngebaca al-Qur`an aja gak dibolehin, karena sesungguhnya khutbah itu bagian dari ibadah shalat Jum'at.

2. Berleha-leha untuk datang ke masjid, bahkan tidak masuk kecuali setelah khatib naik mimbar. Masih banyak mungkin di antara kita-kita yang kek gini... Datang ke masjid belakangan, nah keluar dari masjid kayak dikejar-kejar sesuatu (dikejar apaan sih emang?? XD). Padahal Nabi Saw. bersabda dalam hadits riwayat Muslim melalui lisan Abu Hurairah, bahwa apabila hari Jum'at, maka di pintu-pintu masjid terdapat para malaikat yang mencatat orang-orang yang masuk secara berurutan (kayak ngabsen aja..), kemudian apabila khatib telah naik mimbar, maka para malaikat tadi langsung menutup buku catatannya dan ikut mendengarkan nasihat (khutbah)... (trus kalau kita telat, berarti kita dianggap alfa dong ya..??) Kasian, udah capek-capek datang, malah gak dianggap ada sama malaikat... :(

3. Tidak shalat sunnat tahiyyatul masjid, langsung duduk saat masuk masjid. Emang sih yaa, shalat tahiyyat itu hukumnya sunnat, tapi di mana letak kerendahan diri kita di hadapan Allah Swt..?? Masa' bertamu ke rumah-Nya kita nggak menghormati Dia..?? Sama aja dong masuk ke rumah orang tapi gak hormatin tuan rumah! Bahkan banyak juga kita-kita (mungkin) yang nyari tempat bersandar, alias shaf tembok, shaf tiang.. atau apaalah gitu.. XD padahal 3 shaf dari depan aja mungkin masih bolong-bolong tuh.... Astaghfirullah.. Padahal (skali lagi) dengerin khutbah itu bagian dari shalat Jum'at, jadi sama aja dong adab nya sama shalat jama'ah.. ngerapatin shaf.. Mau shalat jama'ah, apapun namanya, kerapatan shaf itu tetap kunci kesempurnaan shalat! Ini nih, isi sabda Rasulullah Saw. dalam hadits riwayat Muttafaq 'alaih, bahwa seandainya orang-orang mengetahui keutamaan dan berkah dalam adzan dan shaf pertama, kmudian mereka tidak menemukan jalan kecuali harus dengan undian, niscaya mereka pasti akan melakukan undian. Subhanallah, dari sana aja, kita udah diberi isyarat saking besarnya keutamaan di shaf pertama itu..!

4. Mengisi waktu di masjid dengan perbuatan yang sia-sia, terutama saat khatib berkhutbah. Kita-kita udah banyak denger kan dari para ustadz/guru kita, kalau waktu khutbah kita menegur teman sebelah buat diam, nah ibadah Jum'at kita udah sia-sia dong.. Tadi di beberapa poin udah jelas kan, denger khutbah itu bagian shalat Jum'at, jadi mau beramal kebaikan pun saat denger khutbah, kalau nggak ada tuntunannya dalam ibadah Jum'at.. yaa sia-sia lah. Maaf aja ya, bahkan ngedarin kotak amal pun sebenernya bisa ngerusak Jum'atan kita juga, dan termasuk sia-sia.

5. Tidak merapatkan shaf waktu shalat Jum'at. Buat bahasan poin ke-5 ini udah masuk dalam poin yang ke-3.

Maaf kalau ada kesalahan dalam penyampaian ini, komen-komen antum sangat diharapkan sebagai koreksi di masa yang akan datang. Syukran katsiran :D

Sumber: Buletin Dar el-Iman Edisi 01, Jum'at 28 Desember 2012, "Catatan Untuk Para Jama'ah Jum'at" (Musthafa Aini, Lc.)

*Akhwat boleh baca, dengan catatan buat di-kasihtau ke ikhwan yang lain.

Semoga bermanfaat :D
Wassalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh.

Selamat Lebaran! :D

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Kami Rohis SMAN 1 Padang mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri 1431 H.
Taqabalallahu minna wa minkum, minal 'aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin. :D

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

1 Syawal 1431 H

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Bismillahirrahmanirrahim.

Berdasarkan hasil sidang isbad yang dilakukan oleh Departemen Agama Republik Indonesia pada hari Rabu, 8 September 2010, pukul 19.00 WIB, maka ditetapkan, bahwa 1 Syawal 1431 H jatuh pada hari Jumat, 10 September 2010. Hal ini berdasarkan bahwa dari berbagai lokasi pengamatan hilal di Indonesia, tidak satu pun para pengamat yang melihat hilal.

Jadi hari ini, Kamis, 9 September 2010, merupakan hari terakhir Ramadhan 1431 H. Tak berapa lama lagi kita akan berpisah dengan bulan suci ini. Selamat jalan Ramadhan 1431 H, semoga kita masih bisa bertemu Ramadhan 1432 H.

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

;;